Archive for January, 2009

Dosa Turunan, Percayakah?

Aku tidak percaya. Aku tertarik menuliskan ini dari sudup pandangku, dari pengalamanku menjalani hidupku dan belajar dari hidup orang-orang sekitar untuk diambil hikmahnya, bukan untuk memperdebatkan perbedaan cara pandang tiap agama yang berbeda tentang dosa dan turunannya.

Aku percaya dua hal akan diriku:
Pertama, aku dilahirkan dalam keadaan putih bersih dan setiap anak yang baru lahir dimuka bumi juga demikian, dari keluarga manapun, apakah itu buah cinta yang terikat pernikahan atau akibat efek samping dua orang dewasa beda jenis yang tidur bersama tapi bukan tidur aja yang dilakukannya :D

Kedua, selain sifat-sifat bawaan manusia yg menyerupai 99 sifat Tuhan pencipta-Nya namun tanpa “Maha” plus satu sifat Insan yang selalu ingin menghamba dan mencari PenciptaNya, aku juga dititipi keburukan dan kebaikan sifat serta karakter bawaan kedua orang tuaku dan kakek buyutku melalui DNA ku.

4-5 tahun lalu beberapa sahabat yang diharuskan (karena setiap anak tidak pernah minta pada kedua orangtuanya untuk dilahirkan di dunia, sebaiknya kita mulai bertanya-tanya pada diri kita masing-masing lalu kenapa kita tetap lahir?) hidup sebagai seorang anak haram dan dia protes dengan sanksi “sosial” yang harus dijalaninya. Sanksi sosial yang tidak ringan menghadapi sorot mata yang merendahkan seolah dia yang telah berbuat dosa zina, setelah dewasa dia menghadapai sanksi sosial yang lebih berat lagi saat seseorang ingin memperisterinya, dia tidak lulus seleksi bibit, bebet, bobot yang digelar calon mertuanya. Dia meradang, “Tuhan! Dimana maha adilMu itu!”

Setelah amarahnya reda, tangisnya berganti sesenggukan dan tatapan kosong, aku yang bengong kenapa ada di ruang dan waktu ini dengannya, bengong apakah aku bisa membuatnya berpikir positif dengan hidupnya bukan sekedar memberikan semangat tapi aku memang berhasil menggali hikmah-hikmah tersembunyi dari setiap kejadian untuk aku sodorkan, seperti kata Rabi’ah, “di dunia ini tidak ada musibah, semuanya Rahmat, tergantung kita mau berada di sisi mana.” Atau aku sebaiknya menjadi tong sampah besarnya saja?

Rasanya ingin kupeluk dia seperti memeluk Dewi adikku mamanya si Azriel. Melihat mataku menatapnya seperti itu, dia tersenyum, “Kak, saya baik2 aja, mohon do’anya aja..”

Alhamdulillah. Begitu banyak jenis dosa dan kejahatan yg bisa kita perbuat dan hanya satu yang berat untuk beroleh ampunan, menduakan-Nya.

No comment »

Alhamdulillah Udah Halaman #36

Lembarannya baru dibuka subuh tadi, masih kosong.. Pengen aku tulis satu aja, ya satu aja Tuhan harapanku (paling nggak waktu nulis ini.. :D )

Semoga kutemukan perempuan yang membuatku merasa cukup dengannya dan dia bersyukur akan aku, lalu bersama-sama kami berjalan menemui-Nya untuk berucap: Terimakasih Tuhan sudah mempertemukan kami… Amin.

…selebihnya aku mohon ampunan Mu, bersyukur untuk hidupku yang seperti roller coaster, jumpin’ jack flash, jujur, bohong, menggerutu, bersyukur, menangis, ngakak, anarkis, marah, bahagia, miskin, kaya, bodoh, cerdas, dewasa, childish tapi itu semua indah! I love it! Dan aku bersyukur.. Alhamdulillah..

quote-wallpaper92.jpg

No comment »

2 Lembar Lagi Nyampe Halaman #36

Kau tidak bisa menyobek 1 atau 2 lembar halaman saja dari buku hidupmu yang tidak kau sukai lalu menyisakan lembar lain yang kau sukai. Satu-satunya yang bisa kau lakukan untuk menghilangkannya cuma dengan membakar keseluruhan buku tersebut. Dari dialog sebuah film yg judulnya aku lupa.

Waktu aku jadi baby sitter “kagetan” buat si Ariel (2 tahun 2 bulan) ponakanku di Makassar, ibuku tertawa melihat Ariel denganku sedang bermain-main membuat film independen kami yang pertama, dengan webcam laptop judulnya “Ariel dan Bulan Patah” bulan sabit disebutnya bulan patah.

Setelah tawa ibu reda, dia mulai bercerita… An, waktu kau kecil dulu persis seperti si Ariel. Selalu berlarian kesana-kemari, hanya diam waktu tidur saja. Semua hal kau tanyakan, apa ini apa itu, selalu mengeksplorasi hal-hal baru, tempat-tempat baru, tapi pemalu pada orang-orang baru. Kau kalau ditanya orang mau jadi apa, jawabanmu selalu sama, mau jadi pilot! Asyik bisa terbang.. Tapi pas usiamu 4 tahun, sudah bisa megang obeng, tahu berapa banyak radio bapakmu yang sudah kau rusakkan untuk memenuhi rasa ingin tahumu kenapa ada kotak yang bisa nyanyiin lagu Adi bing Slamet kesukaanmu, yang mama bisa ingat tidak kurang dari 4 radio tape! Seandainya televisi tidak berbahaya kalau dibongkar ama anak sekecil kau, mungkin televisiku juga akan bernasib sama denga radio tape, berakhir di gudang sebelum sampai tukang loak.. Kau juga suka sekali sama kucing, persis seperti si Ariel sekarang. Dulu ada kucing piaraanmu di hari pertama kau sekolah masuk SD, kau menangis mau ngajak dia ke sekolah juga katanya biar jadi kucing pintar. SD kelas 3 kau bikin kolam ikan di lantai jemur di atas, jadi sarang nyamuk. Dilarang pelihara ikan, kolamnya kau timbun trus kau bikin kebun jagung di situ..

cherubs-on-book-413x470.jpgHehehehe.. Alhamdulillah aku bersyukur untuk masa kecilku begitu yang indah.. Dari sekian banyak buku hidupku, buku kecil ini tidak akan pernah kubiarkan sobek 1 lembar pun halamannya, karena itulah buku yang kubaca ulang saat bermain dengan ponakan-ponakanku, anak-anakku kelak, dan anak-anak tidak berdosa korban perang bila mereka bisa kutemui dalam tidurku.. Kok seperti kak Seto ya? :D

Tiap orang memiliki buku kehidupannya (atau apalah penamaan yang kita berikan) masing-masing. Bila kita benar-benar menikmati setiap detik dalam hidup, kita akan sadari tiada satu pun yang sia-sia dalam hidup ini, kejadian paling menyakitkan sekalipun. Hidup ini terlalu indah untuk dibiarkan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan “sesuatu” dalam hati kita dan “hati” orang lain di luar kita yang membuat kita makin “kaya hati”, membuat kita bisa menyambut kematian –yang suatu saat pasti datang– dengan “senyum” dan berkata, terima kasih Tuhan untuk indahnya hidup yang telah kujalani.

Seorang sahabat pernah menanyakan padaku bagaimana aku bisa begitu enjoy dengan hidupku? Kujawab, tidak juga.. Ada juga saatnya aku merajuk, marah, dan anarkis tapi tidak kubiarkan keluar menjadi tindakan karena aku selalu berusaha mencari “pelajaran” apa yang bisa aku dapatkan dari situ “hikmah” apa yang ada. Karena aku yakin, hidup ini sebuah sekolah besar yang punya mekanisme “hukuman” dan “imbalannya” sendiri. Setiap sekolah –mestinya– didirikan untuk mendidik muridnya sebelum diwisuda dengan kematian, bila sesuatu yang menurutku buruk (awalnya) sedang menimpaku, meski sempat menggerutu namun yang selanjutnya yang kucari “pelajaran” apa yang sedang coba disampaikan oleh “sekolah kehidupan” padaku.. Yah, pernah beberapa kali juga saat aku begitu kalap oleh emosi dan amarah hingga aku tidak bisa mengambil “pelajaran” apapun kecuali satu, marah bisa menyebabkan segala sesuatunya kelihatan buruk.

Buku seri kedua, yang ada ditanganku sekarang bukan cuma satu buku, tapi ada beberapa buku dan beberapa diantaranya ingin kusimpan di rak paling dasar dari rak buku kehidupanku supaya tidak kubuka-buka lagi agar aku bisa segera menulis satu buku baru lagi, buku terakhir.

No comment »

Jika Bukan Cantik, Lalu Apa?

Secara fisik aku jauh dari ganteng, bukan berarti aku nggak bersyukur dengan “casing” yang dipinjemin Tuhan untuk aku pakai selama hidup, aku hanya membandingkan “casing” yang ada padaku dengan “casing” lain dengan standar majalah dan televisi supaya selalu berada di tengah-tengah, tidak berbangga diri dan tidak rendah diri.

**Ngaco nih! Tulisanku nggak terkontrol, bener2 “SALE”.. Biarin ah! Sebelum dua posting terakhir aku malah berencana membuat “daily posting” 365 hari mencari “soulmate” karena pertimbangan Term of Service (TOS) dan Privacy Policy ku urungkan niatku nulis “opera sabunku” sendiri yang pertama di sini.. :D

Aku Tidak Dikejar Waktu
Aku yang mengejar waktu, berusaha mencapai break-event-point setelah di usia 25-30 tahun kulalui tanpa sedikitpun berpikir serius tentang menikah dan menabung untuk memberikan kehidupan yang layak (menurut standar kalangan menengah di Indonesia aja, nggak pernah terpikirkan pengen hidup berlebihan, aku cuma ingin memastikan keluargaku tidak kekurangan tapi tidak berlebihan) buat bakal keluarga kelak.. Tahu-tahu beberapa hari lagi aku sudah 36 tahun dan tentu saja itu membuatku gusar. Bagaimana aku bisa tenang bila hidup berpasang-pasangan adalah “sunnatullah” atau kodrat species manusia?

Aku Bohong..
Bila kutulis tidak ada perempuan yang lagi dekat denganku, berhubung klausul TOS dan Privacy Policy tadi maka aku tidak akan menulis tentang siapa atau bagaimana dia, aku lebih suka menuliskan tentang prospek kedekatanku ini untuk di “up-grade” ke pelaminan yang nyaris mustahil sebagai pembelajaran. Sungguh aku suka pada kondisi mustahil. Membuatku berjuang untuk membuatnya mewujud, lepas dari berhasil atau gagal akan ada banyak pelajaran hidup yang bisa kudapatkan. Masalahnya kalo waktunya (yang rasanya makin terbatas ini) dipake buat belajar terus dan nggak dipraktekin kapan nikahnya? :D

Cinta itu bullshit, maaf tapi begitulah kebanyakan cinta yg pernah kutemui bila berbicara tentang cinta pada lawan jenis, meski tidak semuanya karena aku percaya tokoh seperti kisah-kisah inspirasional yang pernah kutulis di sini memang benar-benar ada, seperti seorang suami yang memilih mendampingi istrinya yang lumpuh seumur hidupnya daripada menikahi perempuan lain seperti yang disarankan oleh anak-anaknya. Sebagian besar dari kita –dan mungkin juga aku– dalam mencintai tidak begitu ikhlas, makanya aku sebut bullshit. Ada kepentingan yang kita titip, ada harapan yang kita inginkan terwujud dan itu belumlah bisa dikategorikan cinta yang ikhlas.

Pernahkah kita mencintai seseorang tanpa mengharapkan mendapatkan cintanya juga? Pernah? Benarkah? Tidakkah dadamu bergemuruh ketika kau tidak dicintai sebagaimana engkau mencintai dia? Aku pernah bertemu cinta macam itu. Cinta ibu pada anaknya dan cinta Muhammad SAW pada ummatnya.

No comment »

Perempuan Cantik

Disebuah kolom konsultasi ada seorang wanita menulis seperti ini:

Saya ingin jujur tentang semua yang saya katakan di sini. Saya akan berumur 25 tahun ini. Saya sangat cantik, bergaya, dan bercita rasa tinggi.

Saya ingin menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki pendapatan tahunan sekitar US$500000 (Sekitar Rp. 5 Milyar) lebih.

Anda boleh bilang saya tamak, tapi seseorang dengan pendapatan tahunan US$ 1 juta di New York hanya masuk kelas pertengahan saja.

Permintaan saya tidak terlalu tinggi. Apakah ada orang di forum ini yang memiliki pendapatan tahunan US$ 500k? Apakah anda sudah menikah? Yang ingin saya tanyakan: Apa yang harus saya lakukan agar dapat menikahi orang seperti anda?

Diantara orang yang pernah saya kencani, paling tinggi hanya berpendapatan US$ 250k. Mungkin ini limit tertinggi saya. Jika ada orang ingin pindah ke tempat tinggal berbiaya tinggi di barat Taman New York, US$ 250k tidak akan cukup

Saya di sini ingin menanyakan beberapa hal penting:

Dimana lajang kaya biasanya berlepak?
Grup mana seharusnya menjadi target saya?
Kenapa istri orang kaya biasanya berwajah biasa saja?
Bagaimana cara anda menentukan siapa yang akan menjadi istri anda, dan siapa yang hanya bisa menjadi teman wanita anda? (Target saya sekarang adalah untuk menikah)

Tertanda, gadis cantik.

Dan ini jawabannya:

Saya membaca posting anda dengan rasa ketertarikan yang tinggi. Kiranya banyak gadis di luar sana yang memiliki pertanyaan yang sama dengan anda.

Ijinkan saya untuk menjawab pertanyaan anda dengan kedudukan saya sebagai investor yang memiliki pendapatan lebih dari US$ 500k yang tentunya sesuai dengan permintaan anda. Mudah-mudahan orang lain tidak menganggap saya membuang waktu menjawab pertanyaan ini.

Dari sudut pandang bisnis, menikahi anda adalah keputusan yang jelek. Jawabannya sangat mudah, jadi ijinkan saya menjelaskannya.

Kita ketepikan detailnya dulu, intinya anda ingin menukar “kecantikan” dengan “uang”. Orang A menyediakan kecantikan sedangkan orang B menyediakan uang, cukup fair.

Tapi ada masalah yang mematikan di sini, kecantikan anda pasti akan berkurang sedangkan uang saya tidak akan pergi kemana-mana tanpa alasan yang jelas.

Faktanya, pendapatan saya bisa bertambah dari tahun ke tahun sedangkan anda tidak akan pernah bertambah cantik bila tahun bertambah.

Karena itu dari sudut pandang ekonomi, saya adalah aset apresiasi sedangkan anda adalah aset depresiasi. Bukan sekedar depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika anda hanya punya aset itu, nilai anda akan mengkhawatirkan 10 tahun ke depan.

Dalam istilah yang biasa dipakai di Wall Street, setiap perdagangan memiliki posisi. Berkencan dengan anda juga merupakan posisi perdagangan.

Jika nilai perdagangan jatuh kami akan menjualnya dan juga bukanlah ide yang bagus untuk menyimpannya untuk jangka panjang seperti pernikahan yang anda inginkan.

Mungkin kejam kalau saya harus berkata seperti itu, tapi untuk membuat keputusan bijak maka setiap aset dengan depresiasi tinggi harus segera dijual atau disewakan.

Setiap orang dengan pendapatan US$ 500k bukanlah orang bodoh; kami hanya akan mengencani anda tapi tidak akan menikahi anda.

Saya sarankan anda lupakan mencari petunjuk untuk menikahi pria kaya. Lagi pula, anda dapat menjadikan diri anda orang kaya berpendapatan lebih dari US$ 500 k. Peluangnya lebih besar daripada mendapatkan orang kaya yang bodoh

Mudah-mudahan balasan saya ini dapat menolong.

Tertanda JPM

No comment »